Senin, 27 Desember 2010

mamalia

Landak
Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Erinaceomorpha
Famili : Erinaceidae

Landak adalah hewan mamalia berduri yang termasuk subfamilia Erinaceinae dan ordo Erinaceomorpha. Ada 17 spesies landak yang terbagi menjadi lima genera, yang dapat ditemukan di Eropa, Asia, dan Afrika.

Subfamilia Erinaceinae (Landak)[1]
• Genus Atelerix
o Landak berjari empat, Atelerix albiventris
o Landak Afrika Utara, Atelerix algirus
o Landak Afrika Selatan, Atelerix frontalis
o Landak Somalia, Atelerix sclateri
• Genus Erinaceus
o Landak Amur, Erinaceus amurensis
o Landak dada putih selatan, Erinaceus concolor
o Landak Eropa, Erinaceus europaeus
o Landak dada putih utara, Erinaceus roumanicus
• Genus Hemiechinus
o Landak telinga panjang, Hemiechinus auritus
o Landak telinga panjang India, Hemiechinus collaris
• Genus Mesechinus
o Landak Daur, Mesechinus dauuricus
o Landak Hugh, Mesechinus hughi
• Genus Paraechinus
o Landak gurun, Paraechinus aethiopicus
o Landak Brandt, Paraechinus hypomelas
o Landak India, Paraechinus micropus
o Landak telanjang, Paraechinus nudiventris
Lutung

Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primates
Famili : Cercopithecidae
Genus : Trachypithecus

Lutung (atau dalam bahasa lain disebut langur) merupakan kelompok monyet Dunia Lama yang membentuk genus Trachypithecus. Secara garis besar, lutung tersebar di dua wilayah: Asia Tenggara (India barat daya, Tiongkok selatan, Kalimantan, dan Bali) dan India selatan berikut Sri Lanka.
Lutung berbadan langsing dan berekor panjang. Warna bulu (rambut) tubuhnya berlainan tergantung spesiesnya, dari hitam dan kelabu, hingga kuning emas. Jika dibandingkan dengan kakinya, tangan lutung terbilang pendek, dengan telapak yang tidak berbulu. Ukuran lutung berkisar antara 40-80 cm, dengan berat 5-15 kg; pejantan berbadan lebih besar daripada betinanya. Tonjolan di atas matanya membedakan lutung dari saudara dekatnya, surili.
Lutung hidup di hutan, terutama hutan hujan. Sehari-hari bergelayutan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, lutung termasuk hewan siang (hewan diurnal), dan sangat aktif pada pagi dan sore hari. Hewan ini hidup bergerombol antara 5-20-an yang dipimpin oleh seekor jantan. Suara pejantan ini sangat nyaring, ditujukan terutaman untuk mengingatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.
Lutung termasuk herbivora yang terutama makan dedaunan, buah-buahan, dan kuncup bunga. bahan makanan yang cenderung keras ini bisa dicerna, karena lutung memiliki empat kamar pada lambungnya.
Biasanya, lutung beranak satu, dengan masa hamil tujuh bulan. Salah satu hal yang menarik dari monyet ini adalah anaknya yang berbulu keemasan, dan dipelihara oleh seluruh betina dalam kelompok. Seiring dengan bertambahnya umur, warna keemasan pada rambutnya ini akan semakin pudar berganti gelap hingga akhirnya mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun. Hewan ini bisa hidup hingga 20 tahun.

Anjing
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Upakerajaan : Eumetazoa
Filum : Chordata
Upafilum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Upakelas : Theria
Ordo : Carnivora
Upaordo : Caniformia
Famili : Canidae
Upafamili : Canidae
Bangsa : Canini
Genus : Canis
Spesies : C. lupus
Upaspesies : C. l. familiaris


Anjing adalah mamalia karnivora yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu[2] atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA.[3] Penelitian lain mengungkap sejarah domestikasi anjing yang belum begitu lama.[4][5][6]
Anjing telah berkembang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi, mulai dari anjing tinggi badan beberapa puluh cm seperti Chihuahua hingga Irish Wolfhound yang tingginya lebih dari satu meter. Warna bulu anjing bisa beraneka ragam, mulai dari putih sampai hitam, juga merah, abu-abu (sering disebut "biru"), dan coklat. Selain itu, anjing memiliki berbagai jenis bulu, mulai dari yang sangat pendek hingga yang panjangnya bisa mencapai beberapa sentimeter. Bulu anjing bisa lurus atau keriting, dan bertekstur kasar hingga lembut seperti benang wol.
Rusa
Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Upaordo : Ruminantia
Famili : Cervidae

Rusa, sambar, atau menjangan (Bahasa Inggris: deer) adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae

Setan Tasmania
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Infrakelas : Marsupialia
Ordo : Dasyuromorphia
Famili : Dasyuridae
Upafamili : Dasyurinae
Bangsa : Dasyurini
Genus : Sarcophilus
Spesies : S. harrisii

Setan Tasmania (Sarcophilus harrisii), juga disebut dalam bahasa Inggris "Tasmanian Devil" adalah seekor binatang marsupialia karnivora yang kini hanya terdapat di negara bagian pulau Tasmania di Australia. Setan Tasmania adalah satu-satunya anggota genus Sarcophilus yang masih hidup. Ukuran binatang ini sama dengan seekor anjing kecil, tetapi badannya kekar dan berotot. Setan Tasmania adalah marsupialia karnivora terbesar di dunia. Binatang ini dicirikan oleh warna bulunya yang hitam, baunya yang kuat bila sedang ketakutan, suaranya yang sangat keras dan mengganggu, dan sifatnya yang berbahaya bila sedang mengasuh anak-anaknya. Setan Tasmania dikenal sebagai binatang pemburu dan memakan sisa-sisa binatang lain. Meskipun biasanya hidup soliter, kadang-kadang ia makan bersama dengan Setan Tasmania lainnya.
Setan Tasmania menjadi musnah di daratan benua Australia sekitar 400 tahun sebelum Pemukiman bangsa Eropa pada 1788. Karena dianggap sebagai ancaman terhadap ternak sapi di Tasmania, Setan Tasmania diburu hingga 1941, ketika mereka secara resmi dilindungi. Sejak akhir 1990-an penyakit tumor muka Setan Tasmania telah mengurangi populasinya secara drastis dan kini mengancam kebertahanan spesies ini yang kemungkinan segera akan dimasukkan dalam daftar binatang yang terancam punah. Saat ini berbagai program dilakukan oleh pemerintah Tasmania untuk mengurangi dampak penyakit ini.

Kuda
Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Perissodactyla
Famili : Equidae
Genus : Equus
Spesies : E. caballus

Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini telah lama merupakan salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun. Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu, seperti kendaraan beroda, atau bajak. Pada beberapa daerah, kuda juga digunakan sebagai sumber makanan. Walaupun peternakan kuda diperkirakan telah dimulai sejak tahun 4500 SM, bukti-bukti penggunaan kuda untuk keperluan manusia baru ditemukan terjadi sejak 2000 SM.

Kapibara
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Upakerajaan : Eumetazoa
Filum : Chordata
Upafilum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Upaordo : Hystricomorpha
Famili : Caviidae
Upafamili : Hydrochoerinae
Genus : Hydrochoerus
Spesies : H. hydrochaeris
Kapibara (Hydrochaeris hydrochaeris) merupakan jenis hewan pengerat terbesar yang masih ada di dunia (Hewan pengerat terbesar yang telah punah adalah Phoberomys pattersoni). Kapibara merupakan hewan asli daerah tropis dan lembab di Amerika Selatan. Kapibara dapat ditemukan di daerah Timur Andes dari wilayah Kanal Panama sampai daerah utara Kolombia dan Venezuala, Uruguay, dan Provinsi Buenos Aires di Argentina.
Kapibara atau nama lainnya Cabiai (Cayenne), capybara (Brazil), carpincho (Argentina, Uruguay), chiguire, piropiro (Venezuela), chigüiro (Kolombia), kapoewa (Suriname), poncho (Panama, Kolombia), ronsoco (Peru) terlihat seperti marmut raksasa, dimana kapibara jantan mempunyai berat 35 sampai 65 kg dan kapibara betina beratnya 36 sampai 66 kg. Tubuh kapibara sangat besar tetapi tubuhnya yang pendek dan gemuk mempunyai panjang 105 sampai 135 cm dan tinggi 51 sampai 61 cm dari bahu.
Seperti hewan pengerat lainnya kapibara mempunyai dua buah gigi seri yang terus tumbuh selama hidupnya dan mereka harus menggerogoti dan mengunyah untuk memakai giginya. Warna bulunya bervariasi dari coklat sampai merah dan campuran antara keduanya, kulitnya keras dan bulunya berminyak. Kapibara mempunyai telinga yang pendek, hidung yang kecil, dan bulu yang pendek di seluruh tubuhnya. Mata hewan ini sangat kecil dan terletak di atas kepalanya dengan telinga dan hidung, juga memiliki benjolan yang besar yang merupakan kelenjar Scent. Kaki kapibara pendek tetapi kaki depannya lebih panjang daripada kaki belakangnya, serta pada jarinya mempunyai selaput. Mereka mempunyai 4 jari pada kaki depan dan 3 jari pada kaki belakang.

Gomphotherium
Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Proboscidea
Famili : Gomphotheriidae
Genus : Gomphotherium

Gomphotherium (pengucapan: gom-fo-THEER-i-um) ("Welded Beast") adalah genus proboscidea punah yang berevolusi di Amerika Utara pada awal Miosen dari 13.650—3.6 juta tahun lalu, dan bertahan hidup selama 10 juta tahun.
Mereka kemudian menyebar ke benua Asia, Eropa dan Afrika setelah menurunnya ketinggian air laut yang memungkinkan mereka untuk menyeberang.[1] Mereka bertahan di masa Pliosen, dan sisa-sisanya telah ditemukan di Perancis, Jerman, Austria, Kansas, Pakistan dan Kenya.
Gomphotherium, juga dikenal dengan nama Trilophodon, Tetrabelodon, atau Serridentinus, berdiri setinggi 3}} {{#ifeq:3|1|m|m (9.8 kaki), dan memiliki banyak kemiripan dengan gajah modern. Namun, mereka punya empat taring; dua di rahang atas dan dua lagi terdapat di rahang bawahnya yang panjang. Gading bawahnya paralel dan berbentuk seperti sekop dan digunakan dengan cara yang sama. Tidak seperti gajah modern, taring atasnya ditutupi lapisan enamel. Jika dibandingkan dengan gajah, tengkoraknya lebih memanjang dan rendah. Hewan ini kemungkinan hidup di rawa atau tepi danau, menggunakan gading mereka untuk menggali atau mencabut tumbuhan air. Jika dibandingkan dengan proboscidea sebelumnya, Gomphotherium memiliki gigi geraham yang jumlahnya jauh lebih sedikit; salah satunya memiliki tepian yang tinggi untuk memperluas bidang gilas makanan.
Kerangka sempurna dari Gomphotherium telah ditemukan di Mühldorf, Jerman, tahun 1971.


Biawak komodo

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Squamata
Upaordo : Autarchoglossa
Famili : Varanidae
Genus : Varanus
Spesies : V. komodoensis
Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3]
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.[6]
Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

Sapi laut Steller
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Sirenia
Famili : Dugongidae
Upafamili : Hydrodamalinae
Genus : Hydrodamalis
Spesies : H. gigas

Sapi laut Steller (Hydrodamalis gigas) adalah mamalia sirenia besar yang telah punah dan sebelumnya dapat ditemukan di pantai laut Bering di Asia. Sapi laut Steller ditemukan di kepulauan Komander tahun 1741 oleh penyelidik alam Georg Steller, yang melakukan perjalanan dengan penjelajah Vitus Bering. Populasi kecil hidup di air Arktik di sekitar pulau Bering dan didekat pulau Medny. Namun, karena kedatangan manusia mereka hidup di pantai Pasifik utara.
Populasi sapi laut ada pada jumlah kecil dan terbatas ketika Steller mendeskripsikan mereka. Steller mengatakan bahwa mereka ditemukan pada grup, tetapi Stejneger memperkirakan terdapat lebih sedikit dari 1500 yang tersisa dan terancam punah karena diburu manusia.[1] Mereka dihabisi oleh pelaut, pemburu anjing laut, dan pedagang bulu yang mengikuti rute Bering ke Alaska, yang memburu mereka untuk makanan dan kulitnya yang digunakan untuk membuat kapal. Mereka juga diburu untuk lemaknya yang tidak hanya digunakan untuk makanan, tetapi juga sebagai lampu minyak karena tidak mengeluarkan asap atau bau dan dapat disimpan dalam waktu yang lama pada udara hangat. Pada tahun 1768, kurang dari 30 tahun singa laut ini ditemukan, singa laut Steller telah punah.
Fosil menandakan singa laut Steller sebelumnya menyebar di pantai Pasifik utara, mencapai Jepang selatan dan California. Tibanya manusia merupakan salah satu akibat kepunahan singa laut Steller.

Paus Sei
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Upkelas : Eutheria
Ordo : Cetacea
Upaordo : Mysticeti
Famili : Caviidae
Upafamili : Balaenoptiidae
Genus : Balaenoptera
Spesies : B. borealis

Paus Sei (dilafalkan: [seɪ] atau [saɪ]), Balaenoptera borealis, adalah Paus Balin, rorqual terbesar ketiga setelah Paus Biru dan Paus Sirip.[2] Binatang ini dapat ditemukan di belahan dunia di seluruh samudra dan tengah laut, dan menyukai perairan lepas pantai.[3] Binatang ini cenderung menghindari kutub dan perairan tropis dan perairan yang setengah tertutup. Paus Sei bermigrasi setiap tahun dari perairan dingin dan subkutub di musim panas menuju perairan hangat dan subtropis di musim dingin, meskipun di kebanyakan wilayah rute migrasi yang tepat tidak diketahui.[4]
Jangkauan panjang paus lebih dari 20 meter (66 kaki) dan massa lebih dari 45 ton.[4] Binatang ini mengkonsumsi rata-rata 900 kilogram (2.000 pon) makanan setiap hari, terutama copepoda dan krill, dan zooplankton lainnya.[5] Binatang ini tercepat dari seluruh cetacea, dan dapat menjangkau kecepatan lebih dari 50 kilometer per jam (31 mil per jam, lebih dari 27 knot) jarak pendek.[5] Nama paus ini berasal dari bahasa Norwegia untuk pollock, ikan yang ada di pantai Norwegia pada waktu yang sama dengan Paus Sei.[6]
Karena perburuan komersial berskala besar terhadap spesies ini, antara abad ke-19 dan abad ke-20, lebih dari 238.000 ekor spesies diambil,[7] Paus Sei kini adalah spesies yang dilindungi pada dunia internasional,[1] walaupun perburuan masih terjadi di bawah program penelitian kontroversial oleh Islandia dan Jepang.[8][9] Pada tahun 2006, terdapat sekitar 54.000 Paus Sei, sekitar seperlima populasinya sebelum diburu.[6]


Kelelawar
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Upkelas : Eutheria
Ordo : Chiroptera
Superordo : Laurasiatheria



Kelelawar adalah mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.
Klasifikasi
• Pteropodidae (kalong)
• Emballonuridae (Kelelawar ekor-trubus)
• Megadermatidae (Vampir palsu)
• Nycteridae (Kelelawar muka-cekung)
• Rhinolophidae (Kelelawar-ladam)
• Hipposideridae (Barong)
• Vespertilionidae (Kelelawar biasa)
• Molossidae (Kelelawar bibir-keriput)

Tikus tanah
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Soricomorpha
Famili : Talpidae



Tikus tanah adalah anggota mayoritas dari familia mamalia Talpidae dengan ordo Soricomorpha. Meskipun kebanyakan tikus tanah bersembunyi di dalam lubang di tanah, beberapa spesiesnya adalah akuatik atau semi-akuatik. Tikus tanah memiliki badan berbentuk silinder dan tertutup oleh bulu, dengan mata kecil yang dilindungi, sedangkan telinga tikus tanah tidak dapat terlihat mata. Tikus tanah memakan binatang invertebrata yang hidup di bawah tanah. Tikus tanah dapat ditemukan di Amerika Utara, Eropa dan Asia, meskipun tidak ada tikus tanah di Irlandia.
Makanan utama tikus tanah adalah cacing tanah dan invertebrata yang hidup di bawah tanah. Tikus tanah juga dapat menangkap tikus kecil yang berada di lubangnya. Karena air liur mereka mengandung racun yang dapat melumpuhkan cacing tanah.


Kelinci
Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Vertebrata
Superfilum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu).[1]
Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaanJenis-jenis kelinci == Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).[1]
Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.[1]
Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar antara Angora dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora jadi-jadian.[2]

Singa Marsupial
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Infrakelas : Marsupialia
Ordo : Diprotodontia
Famili : Thylacoleonidae
Genus : Thylacoleo
Spesies : T. carnifex

Singa Marsupial (Thylacoleo carnifex, "singa marsupial kejam (atau 'pemotong daging')" dari thylakos - kantong, leo - songa, carnifex - pembunuh, penyiksa) adalah spesies mamalia marsupial karnivora yang telah punah yang hidup di Australia dari masa awal hingga akhir Plestosen (1.600.000–46.000 tahun lalu).[1] Meskipun namanya tidak berhubungan dengan Singa namun daripada itu, seperti kebanyakan marsupialia yang masih hidup, hewan ini termasuk anggota ordo Diprotodontia.

Mesonychid

Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Infrskelas : Eutheria
Ordo : Mesonychia


Mesonychia ("Cakar Pertengahan") adalah ordo dari mamalia Karnivora punah yang berkerabat dekat dengan artiodactyl (ungulata), dan cetacea (lumba-lumba dan paus). Beberapa ahli menyatukan Mesonychia dengan paus untuk membentuk kelompok "Cete." Mereka pertama muncul pada Paleocene Awal dan punah besar-besaran di akhir Eocene lalu seluruhnya punah saat genus terakhir, Mongolestes punah di Oligocene Awal.
Cryptozoology
Mesonychids telah punah semenjak Oligocene awal, tapi seringkali dilaporkan adanya penampakan predator mirip kucing atau anjing yang memiliki kuku. Salah satu contohnya adalah Beast of Gévaudan, dimana beberapa laporan menjelaskan bahwa makhluk tersebut berbentuk seperti serigala besar yang memiliki kuku, bukan cakar.[1]:

Pelycosaur
Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Superkelas : Tetrapoda
Kelas : Synapsida
Ordo : Pelycosauria


The pelycosaurs (dari Yunani πηλυξ, pelyx berarti 'mangkuk' dan σαυρος, sauros berarti 'kadal') adalah synapsida primitif dari Paleozoic Akhir . Beberapa spesies berukuran cukup besar dan dapat tumbuh hinga 3 meter atau lebih, walaupun beberapa spesies berukuran lebuh kecil.
Karakteristik


Cotylorhynchus (belakang), Ophiacodon dan Varanops
Setidaknya dua pelycosaur dengan cepat mengembangkan sirip yang tinggi, terdiri dari tulang belankang yang memanjang: jenis edaphosaurid dan jenis sphenacodontid. Dalam kehidupannya, hal ini mungkin telah ditutupi kulit, dan mungkin berfungsi sebagai alat pengatur suhu tubuh dan/atau untuk menarik pasangan. Fossil Pelycosaur telah ditemukan terutama di Eropa dan Amerika Utara, walaupun beberapa jenis yang kecil, dan terakhir bertahan diketahui berasal dari Rusia dan Afrika Selatan.
Dalam klasifikasi tradisional, ordo Pelycosauria adalah paraphyletic, yaitu kelompok hewan yang tidak mengandung semua keturunan dari nenek moyang utamanya, dan terkadang dibutuhkan oleh sistem berbeda dari penamaan organisme, phylogenetic nomenclature. Kemudian, Pelycosauria dianggap sebagai clade dibanding taxon dengan sebutan "ordo", dan termasuk kelompok Therapsida, yang juga memiliki kelompok Mamalia. Dalam taksonomi kuno, Therapsida dipisahkan dari Pelycosauria dalam ordo biologis mereka, dan mamalia terpisah dalam baik kedua kelas mereka.

Hyrax
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Infrakelas : Eutheria
Ordo : Hyracoidea
Famili : Procaviidae


Hyrax (dari bahasa yunani ὕραξ "shrewmouse") adalah sebagian spesies dari empat spesies yang cukup kecil, gemuk, dan merupakan mamalia herbivora di ordo Hyracoidea. Hyrax hidup di Afrika dan Timur tengah. Hewan ini merupakan sejenis kelinci kecil yang terdapat di asia dan afrika, kira-kira seukuran marmut. bertahan hidup dengan membuat rumah di dalam lubang atau celah bukit batu yang biasa terdapat di sepanjang sisi jurang yang terjal untuk menghindari para pemangsa seperti elang, rajawali, serigala, anjing hutan, ular serta musang. Hyrax (dari bahasa yunani ὕραξ "shrewmouse") adalah sebagian spesies dari empat spesies yang cukup kecil, gemuk, dan merupakan mamalia herbivora di ordo Hyracoidea. Hyrax hidup di Afrika dan Timur tengah. Hewan ini merupakan sejenis kelinci kecil yang terdapat di asia dan afrika, kira-kira seukuran marmut. bertahan hidup dengan membuat rumah di dalam lubang atau celah bukit batu yang biasa terdapat di sepanjang sisi jurang yang terjal untuk menghindari para pemangsa seperti elang, rajawali, serigala, anjing hutan, ular serta musang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar