Senin, 27 Desember 2010

reftilia

Ular sanca kembang
Ordo : Squamata
Upaordo: Serpentes
Famili : Pythonidae
Genus : Python
Spesies : Python reticulatus
Pakan : Marmut, bebek
Ciri-ciri : Sanca kembang ini mudah dikenali karena umumnya bertubuh besar. Keluarga sanca (Pythonidae) relatif mudah dibedakan dari ular-ular lain dengan melihat sisik-sisik dorsalnya yang lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Di Indonesia barat, ada lima spesiesnya: tiga spesies bertubuh gendut pendek yakni kelompok ular peraca (Python curtus group: P. curtus, P. brongersmai dan P. breitensteini) di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.
Dua spesies yang lain bertubuh relatif panjang, pejal berotot: P. molurus (sanca bodo) dan P. reticulatus. Kedua-duanya menyebar dari Asia hingga Sunda Besar, termasuk Jawa. P. molurus memiliki pola kembangan yang berbeda dari reticulatus, terutama dengan adanya pola V besar berwarna gelap di atas kepalanya. Sanca kembang memiliki pola lingkaran-lingkaran besar berbentuk jala (reticula, jala), tersusun dari warna-warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan di atas kepala dari moncong hingga tengkuk, menyerupai garis tengah yang membagi dua kanan kiri kepala secara simetris. Dan masing-masing satu garis hitam lain yang lebih tebal berada di tiap sisi kepala, melewati mata ke belakang.
Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret; sisik-sisik ventral (perut) sebanyak 297-332 buah, dari bawah leher hingga ke anus; sisik subkaudal (sisi bawah ekor) 75-102 pasang. Perisai rostral (sisik di ujung moncong) dan empat perisai supralabial (sisik-sisik di bibir atas) terdepan memiliki lekuk lubang penghidu bahang (heat sensor pits) yang dalam (Tweedie 1983)

Ular koros

Ordo: Squamata
Upaordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Ptyas
Spesies: Ptyas mucocus
Pakan :
Ular jali bertubuh cukup besar, hingga 2 meter panjangnya. Sisi atas tubuh (dorsal) berwarna coklat muda kekuningan hingga abu-abu kehitaman. Bagian sebelah depan (anterior) biasanya berwarna lebih terang dari ekornya yang kehitaman. Sisik-sisik di atas ekor bertepi hitam, sehingga terkesan bergaris-garis seperti memakai stocking hitam.
Sisi bawah tubuh (ventral) berwarna kekuningan sampai kuning terang. Matanya berukuran besar. Kerabatnya yang mirip adalah Ptyas mucosus; dibedakan dengan adanya loreng-loreng hitam di bibirnya dan di tubuh bagian belakang. P. mucosus umumnya juga bertubuh lebih besar, hingga lebih dari 3 m panjangnya.

Iguana hijau

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Sauropsida
Ordo: Squamata
Upaordo: Iguania
Famili: Iguanidae
Genus: Iguana
Species : Iguana iguana
Iguana ialah sejenis kadal yang hidup di daerah tropis di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Pertama kali mereka disebutkan oleh seorang naturalis berkebangsaan Austria Josephus Nicolaus Laurenti pada tahun 1768. Ada 2 spesies yang berbeda dari jenis kadal ini: iguana hijau dan iguana Antilles Kecil.
Kedua spesies kadal tersebut memiliki lipatan kulit di bawah rahang, sekumpulan kulit yang mengeras yang berderet di punggungnya hingga ekor, dan "mata ketiga" di kepalanya. Mata ini disebut sebagai mata parietal, yang mirip seperti tonggak di atas kepalanya. Di belakang lehernya ada sisik kecil yang menyerupai paku panjang, dan disebut tuberculate scale. Iguana juga memiliki sisik besar bundar di pipinya yang disebut sebagai selubung subtimpani.
Iguana memiliki penglihatan yang baik dan bisa melihat bentuk, bayangan, warna, dan gerakan pada jarak yang jauh. Iguana menggunakan matanya untuk mengarahkannya mengarungi hutan lebat, untuk menemukan makanan. Mereka juga menggunakan matanya untuk berkomunikasi dengan anggota spesies yang sama.
Mereka merespon rangsangan visual berupa warna seperti jingga, kuning, merah muda, dan biru yang terdapat pada substansi makanan mereka.
Telinga iguana disebut timpanum, yang merupakan gendang telinga iguana dan terdapat di kanan atas selubung subtimpani dan di belakang mata. Ini adalah bagian tubuh iguana yang amat tipis dan lembut, dan amat penting untuk pendengarannya.
Mereka sering kali sulit untuk diketahui keberadaannya karena kemampuan mereka untuk menyatu dengan lingkungannya. Warna hijau alaminya sangat membantu dalam menyembunyikan dirinya dari predator.
Biawak
Ordo: Squamata
Subordo: Sauria/Lacertilia
Family: Varanidae
Genus: Varanus
Species: Varanus salvator
Monitor Air, (Varanus salvator) adalah spesies besar biawak mampu tumbuh 3,21 meter (10,5 ft) panjang, dengan ukuran rata-rata kebanyakan orang dewasa sebesar 1,5 meter (4 ft 11 in) panjang [1] Maksimum. Varanus salvator berat dapat lebih dari 25 kg (55 lb), tetapi kebanyakan ukuran setengah itu. otot tubuh mereka dengan ekor panjang, kuat, lateral terkompresi. monitor Air merupakan salah satu biawak yang paling umum ditemukan di seluruh Asia, dan mulai dari Sri Lanka, India, Indocina, Semenanjung Malaysia dan berbagai pulau di Indonesia, hidup di daerah dekat dengan air.

Ular picung

Ordo: Squamata
Upaordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Rhabdophis
Spesies: Rhabdophis subminiatus
Ular yang bertubuh kecil ramping. Panjang tubuh maksimal mencapai 130 cm pada ras-ras utara, namun ras Sumatra hanya mencapai panjang 80 cm dan umumnya sekitar 60 cm saja (David and Vogel, 1996).
Kepala hewan dewasa berwarna hijau batu (hijau zaitun gelap) di sisi atas, dengan warna kuning dan merah terang di belakangnya sampai ke tengkuk. Bibir berwarna kuning atau kekuningan, dengan coret hitam serupa koma di bawah mata (pada sisik labial no 5 dan 6), dan mungkin pula terdapat beberapa bintik hitam pada sisik-sisik labial di mukanya. Pada hewan muda, terdapat sebuah pola hitam di belakang kepala di depan warna kuning di atas leher.
Dorsal (sisi atas tubuh) kecoklatan atau coklat zaitun, merata atau dengan pola-pola hitam dan kuning muda serupa jala. Sisi ventral (bawah tubuh) berwarna kekuningan, dengan bintik-bintik hitam pada tepi sisik ventral.
Sisik-sisik dorsal dalam 19 deret, semua berlunas kuat kecuali satu deret terbawah. Sisik-sisik ventral 132-175 buah, sisik anal (penutup anus) berpasangan, sisik-sisik subkaudal (di bawah ekor) 65-87 pasang.
Perisai labial (bibir) atas berjumlah 8 buah, yang ke-3 hingga ke-5 menyentuh mata. Dua buah sisik anterior temporal terdapat di masing-masing sisi kepala. Lubang hidung mengarah ke samping.

Ular kobra

Ordo : Squamata
Subordo : Serpentes
Family : Elapidae
Genus : Naja
Species : Naja sputatrix
Pakan :
Ular sendok atau yang juga dikenal dengan nama kobra adalah sejenis ular berbisa dari suku Elapidae. Disebut ular sendok (Jw., ula irus) karena ular ini dapat menegakkan dan memipihkan lehernya apabila merasa terganggu oleh musuhnya. Leher yang memipih dan melengkung itu serupa bentuk sendok atau irus (sendok sayur).
Istilah kobra dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Inggris, cobra, yang sebetulnya juga merupakan pinjaman dari bahasa Portugis. Dalam bahasa terakhir itu, cobra merupakan sebutan umum bagi ular, yang diturunkan dari bahasa Latin colobra (coluber, colubra), yang juga berarti ular. Ketika para pelaut Portugis di abad ke-16 tiba di Afrika dan Asia Selatan, mereka menamai ular sendok yang mereka dapati di sana dengan istilah cobra-capelo, ular bertudung. Dari nama inilah berkembang sebutan-sebutan yang mirip dalam bahasa-bahasa Spanyol, Prancis, Inggris dan lain-lain bahasa Eropa.
Ular sendok dalam bahasa Indonesia merujuk pada beberapa jenis ular dari marga Naja. Sedangkan ular king-cobra (Ophiophagus hannah) biasanya disebut dengan istilah ular anang atau ular tedung.
kerap menyemburkan bisa (bahasa Latin sputare, meludah). Menyebar mulai dari Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo, Flores hingga Alor. Kemungkinan juga di pulau-pulau sekitarnya.

Ular hijau pucuk

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Upaordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus : Dryophis
Spesies: Dryophis prasinus
Ular berwarna hijau dengan panjang tubuh keseluruhan mencapai 2 m, meski kebanyakan sekitar 1,5 m atau lebih; lebih dari sepertiganya adalah ekornya yang kurus seperti cambuk.Kepala panjang meruncing, jelas lebih besar daripada leher yang kurus bulat seperti ranting hijau. Mata besar, kuning, dengan celah mata (pupil) mendatar. Panjang moncong sekurangnya dua kali panjang mata. Pipi dengan lekukan serupa saluran horizontal ke arah hidung, memungkinkan mata melihat dengan pandangan stereoskopik dan memperkirakan lokasi mangsa dengan lebih tepat.
Sisi atas tubuh (dorsal) hijau terang atau hijau agak muda, merata hingga ke ekor yang biasanya sedikit lebih gelap. Terkadang, bila merasa terusik, ular gadung akan melebarkan, memipihkan dan melipat lehernya serupa huruf S, sehingga muncul warna peringatan berupa belang-belang putih dan hitam pada kulit di bawah sisiknya. Sisi bawah tubuh (ventral) hijau pucat keputihan, dengan garis tipis kuning keputihan di sepanjang tepi bawah tubuh (ventrolateral).
Perisai (sisik-sisik besar) di bibir atas (supralabial) 8-9 buah, yang nomor 4 sampai 6 menyentuh mata. Sisik-sisik dorsal dalam 15 deret, 13 deret di dekat ekor. Sisik-sisik ventral 189-241 buah; sisik anal berbelah, jarang tunggal; sisik-sisik subkaudal 169-183 buah (Tweedie 1983: 154-207 buah).

Ular jali

Ordo: Squamata
Sub Ordoordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Ptyas
Spesies: Ptyas korros
Ular jali bertubuh cukup besar, hingga 2 meter panjangnya. Sisi atas tubuh (dorsal) berwarna coklat muda kekuningan hingga abu-abu kehitaman. Bagian sebelah depan (anterior) biasanya berwarna lebih terang dari ekornya yang kehitaman. Sisik-sisik di atas ekor bertepi hitam, sehingga terkesan bergaris-garis seperti memakai stocking hitam.
Sisi bawah tubuh (ventral) berwarna kekuningan sampai kuning terang. Matanya berukuran besar. Kerabatnya yang mirip adalah Ptyas mucosus; dibedakan dengan adanya loreng-loreng hitam di bibirnya dan di tubuh bagian belakang. P. mucosus umumnya juga bertubuh lebih besar, hingga lebih dari 3 m panjangnya.

Ular kadut karung

Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Acrochordidae
Genus: Acrochordus
Species: Acrochordus javanicus
Orang dewasa tumbuh menjadi 8,25 kaki (2,5 m) panjang. Mereka memiliki kulit luar biasa longgar dan. Diketahui memangsa ikan besar, seperti ikan patin belut-ekor. Betina biasanya lebih besar daripada laki-laki dan mereka telah dikenal untuk melahirkan hingga 17 muda. Masyarakat penduduk asli Australia utara sering berburu ular ini karena mereka cukup umum. Seperti ular yang dekat bergerak tanpa dukungan air pemburu hanya melemparkan setiap ular yang baru tertangkap di bank dan terus berburu sampai mereka telah cukup. Di New Guinea kulit digunakan untuk membuat drum.

Ular tanah

Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Viperidae
Subfamily: Crotalinae
Genus: Angkistrodon
Species: Angkistrodon rhodostoma
Mencapai suatu panjang rata-rata 76 cm, dengan perempuan yang lebih besar dari laki-laki. Kadang-kadang, mereka mungkin tumbuh lebih besar 91 cm. Ini adalah satu-satunya pit viper Asia dengan skala besar dan skala mahkota punggung halus.

Kadal panama

Ordo : Squamata
Infraordo : Scincomorpha
Family : Scincidae
Genus : Tillqua
Species : Tillqua gigas
Pakan : sayur, buah.
skinks Blue-berlidah sangat erat terkait dengan marga Cyclodomorphus dan Hemisphaeriodon. Semua spesies yang ditemukan di daratan Australia dengan pengecualian gigas Tiliqua yang terjadi di New Guinea dan berbagai pulau Indonesia. Salah satu subspesies scincoides Tiliqua juga ditemukan pada beberapa pulau Indonesia kecil antara Australia dan New Guinea. nigrolutea Tiliqua adalah satu-satunya spesies ini di Tasmania. Dengan pengecualian dari lidah-biru kerdil, mereka kadal relatif besar (hingga 37 cm panjang total), cahaya-bertubuh, berkaki pendek, lebar dengan kepala yang berbeda dan gigi kusam dan mempunyai Taring.

Ular sapi

Ordo : Squamata
Sub Ordo : Serpentes
Family : Colubridae
Genus : Elaphe
Species : Elaphe radiate
Pakan : Bancet, tikus.
Tikus Ular dari genus Elaphe menengah sampai besar, constrictors non-berbisa yang sebagian besar pakan pada tikus.
Setelah kelompok lebih dari tiga puluh berbeda dan hampir tidak terkait ular yang tersebar di seluruh belahan bumi utara, Elaphe sekarang hanya terdiri dari sepuluh spesies dari Eropa Timur dan Asia.

Ular hijau bungka

Ordo : Squamata
Subordo : Serpentes
Family : Crotalidae
Genus : Trimeresurus
Species : Trimeresurus alborabris
Pakan : Serangga, cicak, katak.
Ular yang sedang besarnya, agak gemuk pendek dan tak begitu lincah. Kepala jelas menjendol besar, seperti seekor kodok yang ‘tertancap’ di atas leher yang mengecil. Memiliki dekik pipi (loreal pit) yang besar dan menyolok di belakang lubang hidung di depan mata. Sepasang taring besar dan panjang yang bisa dilipat terdapat di bagian depan rahang atas, tertutup oleh selaput lendir mulut.Panjang ular jantan sekitar 60 cm dan yang betinanya bisa mencapai 80 cm. Berekor kecil pendek, sekitar 10-13 cm, namun kuat ‘meme Kepala dan tubuh bagian atas (dorsal) berwarna hijau daun, dengan bibir keputihan atau kekuningan (albolabris; albus, putih dan labrum, bibir). Terdapat warna belang-belang putih dan hitam pada kulit di bawah sisik pada tubuh bagian depan, yang baru nampak bila ular merasa terancam. Sisi bawah tubuh (ventral) kuning terang sampai kuning pucat atau kehijauan; pada hewan jantan dengan garis kuning yang lebih tua (atau lebih nyata) pada batas dengan warna hijau (garis ventrolateral). Sisi atas ekor berwarna kemerahan, seolah-olah terpulas oleh lipstik.Tak seperti kebanyakan ular, yang sisi atas kepalanya tertutup oleh sisik-sisik berukuran besar (disebut perisai) yang tersusun simetris, sisi atas kepala ular bangkai laut (dan umumnya marga Trimeresurus) ini ditutupi oleh banyak sisik kecil yang terletak tidak beraturan; setidaknya, tak membentuk pola simetris. Melintasi atas kepala di antara kedua matanya, terdapat sekitar 8-12 deret sisik kecil; tidak termasuk sebuah perisai supraokular yang sempit memanjang --kadang-kadang membesar pula-- di atas masing-masing bola matanya. Perisai labial (bibir) atas 10-11 (12) buah; yang paling depan bersatu sebagian atau seluruhnya dengan perisai nasal (hidung).Sisik-sisik dorsal kasar berlunas, tersusun dalam 21 (jarang 19) deret. Sisik ventral 155-166 buah pada hewan jantan, dan 152-176 pada yang betina. Sisik subkaudal (di bawah ekor) 60-72 pasang pada ular jantan dan 49-66 pasang pada ular betina.

Ular king kobra

Ordo : Squamata
Subordo : Serpentes
Family : Elapidae
Genus : Ophiophagus
Species : Ophiophagus Hannah
Pakan :
Kulit ular ini adalah baik zaitun hijau, cokelat, atau hitam dan memiliki samar, kuning pucat band lintas di sepanjang tubuh. perut adalah krim atau kuning pucat, dan skala yang halus. Muda yang mengkilat hitam dengan pita kuning sempit (bisa salah untuk ular Banded tapi mudah diidentifikasi dengan tudung diperluas). Kepala ular dewasa dapat cukup besar dan besar dalam penampilan, meskipun seperti ular, mereka dapat memperluas rahang mereka untuk menelan item mangsa besar. Memiliki pergigian proteroglyph, berarti ia memiliki dua pendek, taring tetap di depan mulut yang menyalurkan racun ke dalam mangsa seperti jarum suntik. laki-laki ini lebih besar dan lebih tebal dibandingkan yang betina. Jangka hidup rata-rata King Cobra adalah sekitar 20 tahun.

Ular babi

Ordo : Squamata
Subordo : Serpentes
Family : Colubridae
Genus : Elaphe
Species : Elaphe flavolineata
Pakan : tikus, ikan.
Black Rat Snake tembaga atau kuning bergaris-garis Ular (Elaphe flavolineata) adalah spesies ular.

Komodo

Ordo : Squamata
Subordo : Lacertilia
Family : Varanidae
Genus : Varanus
Species : Varanus komodoensis
Dalam liar, sebuah naga Komodo dewasa biasanya memiliki berat sekitar 70 kilogram (150 lb), walaupun spesimen penangkaran sering lebih berat. Spesimen liar terbesar diverifikasi adalah 3,13 meter (10.3 kaki) dan berat 166 kg (370 lb), termasuk makanan dicernakan. Komodo memiliki ekor yang sepanjang tubuhnya, serta sekitar 60 gigi bergerigi sering diganti yang dapat mengukur sampai 2,5 cm (1 inci) panjangnya. air liur adalah sering darah-biruan, karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva yang secara alami robek selama makan . Hal ini membuat budaya ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di dalam mulutnya. Ia juga memiliki panjang, kuning, sangat bercabang lidah.
http://en.wikipedia.org/wiki/Komodo_dragon
Kura-kura gajah

Ordo : Testudinata
Family : Testudinidae
Genus : Geochelone
Species : Geochelone gigantea
Pakan : daun talas, papaya, bunga.
Tempurungnya bewarna kelabu gelap atau hitam dengan bentuk kubah tinggi. Ia mempunyai kaki bersisik tegap untuk menyokong badannya yang berat. Leher kura-kura Aldabra amat panjang, sunggupun jika dibandingkan dengan saiznya yang besar, yang membantunya meragut dahan pokok sehingga satu meter tinggi dari aras tanah bsebagai sumber makanan.Kura-kura betina biasanya lebih kecil berbanding kura-kura jantan, dengan spesimen biasa berukuran sekitar 90 cm (35 inci) panjang dan seberat sekitar 150 kg (330 paun).
http://ms.wikipedia.org/wiki/Kura-kura_Aldabra

Kura-kura hias

Ordo : Testudinata
Family : Emididae
Genus : Coura
Species : Coura sp.
Pakan : ikan, buah-buahan.
Tempurungnya bewarna kelabu gelap atau hitam. Ia mempunyai selaput renang pada kakinya, karapaksny juga tidak seperti kura-kura gajah,dan cirri yang menonjol dari kura-kura ini pada telinganya terdapatr garis merah.

Kura-kura aligator

Ordo : Testudinata
Family : Chelidridae
Genus : Macrocheys
Species : Macrochelys temminckii
Pakan : ikan mujair.
Buaya Gertakan Penyu ini ditandai dengan berat, kepala besar, dan tebal, shell panjang dengan tiga alur dorsal skala besar (osteoderms) memberikan tampilan primitif mengingatkan beberapa dilapisi dinosaurus .. Mereka dapat segera dibedakan dari Common Gertakan Turtle oleh tiga baris berbeda dari duri dan mengangkat piring pada karapas , sedangkan Common Gertakan Turtle memiliki karapas halus. Mereka adalah solid abu-abu , coklat , hitam , atau zaitun hijau dalam warna, dan sering tertutup alga . Mereka telah memancarkan kuning pola di sekitar mata, melayani untuk memecahkan garis besar dari mata dan menjaga penyu kamuflase . Mata mereka juga dikelilingi oleh bintang pengaturan berbentuk berdaging berserabut "bulu mata."

Kura- kura batok

Garis-garis kuning yang khas di wajah kuya batok
Kura-kura dengan tempurung punggung (karapas) yang cenderung membulat tinggi dan perisai perut (plastron) yang dapat ditekuk menurut garis melintang, sedemikian sehingga dapat menyembunyikan kepala dan tungkainya rapat-rapat. Terdapat tiga buah lunas (tonjolan memanjang) di atas perisai punggung, yakni di tengah keping-keping perisai vertebral dan di kanan kirinya pada keping-keping kostal dekat perbatasan dengan keping vertebral. Keping-keping vertebral hampir sama panjang, kecuali no 5 yang lebih pendek; dengan urutan no 2 > 3 > 1 > 4 > 5. Perisai perut tidak berlekuk pada ujung depan dan ujung belakang.[1] Pada hewan jantan, perisai perut bagian belakang agak melekuk (cekung).Sisi bawah kuya batok betina. Dari SimeuluePunggung berwarna kehitaman, kecoklatan hingga coklat-zaitun. Perutnya putih kotor atau krem, dengan bercak-bercak besar kehitaman. Kepala berwarna hitam dengan tiga garis kuning yang khas: pada sekeliling tepi kepala di atas mata, pada pipi, dan pada bibirnya. Garis kuning juga terdapat sepanjang tepi kaki-kakinya

Kura kura leher panjang

kura berleher ular itu memisahkan diri dari New Guinea Turtle berleher ular dan dianggap sebagai spesies yang berbeda pada tahun 1994 setelah Dr Anders Rhodin, direktur Chelonian Research Foundation di Lunenburg (Massachusetts), menemukan bahwa ada perbedaan antara dua spesies. Kura-kura berleher ular Pulau Roti pertama ditemukan pada tahun 1891 oleh George Albert Boulenger. Mereka diberi nama Dr William McCord, seorang dokter hewan dan ahli penyu dari Hopewell Junction, New York.

karapas bisa mencapai panjang antara 18 dan 24 cm. Panjang leher sama. Warna karapas adalah abu-abu pucat coklat. Kadang-kadang ada juga spesimen yang berwarna cokelat warna. plastron adalah penggemar putih pucat. Leher berwarna coklat gelap pada upperparts dengan tuberkulum bulat. Para bawah hamster berwarna putih krem. iris berwarna hitam dikelilingi oleh cincin putih. Its habitat adalah rawa-rawa, persawahan, dan danau kecil.

Kura kura bulus

Kura-kura yang hidup di air, dengan diameter punggung mencapai 100 cm, meskipun umumnya hanya hingga 60 cm saja. Kepala membulat, dengan mata kecil dan lubang hidung yang terletak di ujung belalai yang kecil dan pendek. Perisai relatif membundar, tertutupi oleh kulit tebal yang lunak dan licin, dengan bintil-bintil dan lipatan (gigir) rendah memanjang yang halus dan terputus-putus. Lehernya panjang, sehingga kepalanya dapat menjangkau sekurangnya setengah dari perisainya. Tungkai depan dan belakang dengan selaput penuh, cakar-cakarnya kuat dan berkuku runcing terutama pada tungkai depan.[1]Sisi bawah tubuh.Warnanya bervariasi mulai dari hitam, abu-abu hingga kecoklatan. Hewan-hewan yang muda memiliki bintik-bintik kekuningan, terang ataupun buram. Kadang-kadang terdapat 6-10 bercak bulat agak gelap bertepi putih, tersusun dalam deretan melengkung di punggungnya. Sisi bawah tubuh halus licin, berwarna keputihan.

Buaya muara
Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia. Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Sedang panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur.
Buaya muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Penyebarannya pun juga "terluas" di dunia; buaya muara memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu). Sedangkan habitat favorit untuk mereka tentu saja perairan Indonesia dan Australia.
Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, buaya muara mampu melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya. Buaya muara menyukai air payau/asin, oleh sebab itu pula bangsa Australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin).Selain terbesar dan terpanjang, Buaya Muara terkenal juga sebagai Jenis buaya terganas di dunia.

Buaya irian
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Sauropsida
Ordo: Crocodilia
Famili: Crocodylidae
Genus: Crocodylus
Spesies: C. Novaeguineae
Panjang tubuhnya sampai sekitar 3,35 m pada yang jantan, sedangkan yang betina hingga sekitar 2,65 m. Buaya ini memiliki sisik-sisik yang relatif lebih besar daripada buaya lainnya apabila disandingkan. Di bagian belakang kepala terdapat 4–7 sisik lebar (post-occipital scutes) yang tersusun berderet melintang, terpisah agak jauh di kanan-kiri garis tengah tengkuk. Sisik-sisik besar di punggungnya (dorsal scutes) tersusun dalam 8–11 lajur dan 11–18 deret dari depan ke belakang tubuh. Sisik-sisik perutnya dalam 23–28 deret (rata-rata 25 deret) dari depan ke belakang
Buaya senyulong
Buaya sepit atau senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah spesies buaya yang ukuran tubuhnya lebih kecil dan pendek, dengan panjang maksimal hanya 3,5 meter. Bentuk moncong runcing serta sempit. Dan habitat aslinya banyak ditemukan di sungai-sungai pedalaman Sulawesi, Sumatera maupun Kalimantan.
Buaya senyulong
Dari sudut pandang morfologi, awalnya telah ditempatkan dalam keluarga Crocodylidae, namun studi imunologi terbaru menyatakan bahwa lebih erat terkait dengan gharial daripada awalnya pikir. Ini, bersama dengan kerabat dekat fosil seperti Maroccosuchus, kadang-kadang digolongkan dalam keluarga Gavialidae. [1] Tomistoma adalah dibuat-buat sangat besar, secara konsisten mencapai 5 dan mungkin bahkan 6 meter panjangnya..
http://en.wikipedia.org/wiki/False_gharial

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar